Ustadz Fikri Al Hamdi, BA | Ketika Musibah Menimpa | Artikel Singkat

📝 Catatan Kajian bersama Ustadz Fikri Alhamdi.
📆 Selasa, 20 Rajab 1440/ 26 Maret 2019
📌 Saung Sunda Sawargi.

______________________

Ketika tertimpa musibah, hendaknya:

🔵 1. Berhudznudzon.
Hendaknya setiap muslim ketika ditimpa Musibah, berhudznudzon (berprasangka baik kepada Allah)

_“Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji”_
📖 (HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath, 3/302. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 285).

من يرد الله به خيرا يصب منه

_“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.”_
📖 (HR. Al-Bukhari).

🔵 2. Bersabar terhadap musibah.

• Secara bahasa, Sabar = Menahan diri

• Secara syari’at:
1. Menahan diri untuk tidak mengingkari takdir Allah. Menahan diri untuk tidak menggerutu atas musibah yang menimpa, menahan diri agar hati tidak mendustakan Allah.
2. Menahan diri agar senantiasa berada diatas ketaatan.
3. Menahan diri untuk tidak terjatuh terhadap apa yang dilarang oleh Allah.

💬 Syaikh Sholih Al Utsaimin rahimahullah berkata:
1. Hendaknya seorang bersabar diatas ketaatan kepada Allah,karena ketaatan itu berat. Karena akan menyebabkan kelelahan (karena itu ketaatan di sebut sebagai taklif/pembebanan syari’at),

2. Hendaknya bersabar diatas apa yang diharamkan oleh Allah karena jiwa kita ini selalu mengajak kepada keburukan.
√Hendaknya manusia menahan diri dari berdusta menipu dalam bermuamalah, dll
3. Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialaminya,berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain
📖 (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)

〰〰〰〰

>> Takdir Allah ada dua : Takdir yang baik dan Takdir yang buruk.

Namun tidak lah keduanya itu Allah jadikan dengan tujuan untuk KEBAIKAN BAGI DIRI KITA.

📎 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku”
(Muttafaqun ‘alaih).

______________________

Ada 4 golongan orang ketika tertimpa musibah:

📁 1. (Keadaan yg paling buruk) yaitu *dia tidak menyukai musibah tersebut atau dia ucapkan sesuatu untuk Allah (kata2 yang tidak pantas)
Dan ini berdosa.

📁 2. Orang yang bersabar diatas musibah namun sebenarnya ia tidak suka dengan musibah nya yang menimpa, sehingga ia berharap agar musibah itu cepat hilang.
Orang ini orang yang paling rendah tingkatannya dalam tertimpa musibah namun ia berpahala.

📁 3. Orang yang Ridha dengan datangnya musibah, hatinya lapang menerima musibah tersebut dan dia Ridha secara sempurna seolah-olah ia tidak terkena musibah.

Dan ini pahalanya lebih besar daripada yang kedua.

📁 4. Bersyukur terhadap musibah yang menimpa.
(Ia puji Allah dengan Alhamdulillah ‘ala kulli hal)

______________________

📎 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu (disaat kalian diatas ketaatan) ….”
📖 (QS. Ali ‘Imran: 200)

📎 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَالْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

“Dan benar-benar pasti, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar”
📖 (QS. Al Baqarah: 155)

📎 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“..Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
📖 (QS. Az-Zumar:10)

📎 Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam bersabda:
“Kesabaran itu ibarat pelita”
(lampu = menerangi tapi pedih)”
(HR. Muslim)

📎 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar,maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.”
📖 (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

📎 Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

لِعَبْدِي الْمُؤْمِنِ عِنْدِي جَزَاءٌ إِذَا قَبَضْتُ صَفِيَّهُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا ثُمَّ احْتَسَبَهُ إِلَّا الْجَنَّةُ

“Tidak ada balasan di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman, apabila Aku mencabut nyawa kekasihnya dari penghuni dunia, kemudian dia bersabar atas (kematian)nya, melainkan surga.”
📖 (HR. Al-Bukhari).

📎 Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

حُفَّتْ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتْ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu dikelilingi hal-hal yang tidak disukai, dan neraka itu dikelilingi hal-hal yang menyenangkan.”
📖 (HR. Al-Bukhari dan Muslimi)

📎 Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, Allah azza wa jalla berfirman:

إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ

“Apabila aku mencobai hamba-Ku dengan kedua matanya, lalu dia bersabar, maka Aku beri dia ganti keduanya berupa surga.”
📖 (HR. Al-Bukhari)

📖 Imam Nawawi dalam kitab Riyadhusshalihiin , Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”

Aku menjawab, “Ya”

Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’

Wanita itu menjawab, Aku pilih bersabar.Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’

Maka Nabi pun mendoakannya.
📖 (HR. Bukhari dan Muslim)

📎 Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ، وَلَا هَمٍّ وَلَا حَزَنٍ، وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا،
إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah seorang Muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanaan, termasuk duri yang menusuknya, melainkan Allâh akan menghapus sebagian dari kesalahan-kesalahannya.”
📖 [HR. Al-Bukhâri, no. 5641, dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dan Abu Sa’id Radhiyallahu anhu]

_____________________

✒ Diringkas oleh Syarifah Jasmine.
🔎 Ayat dan hadits di copy paste dari beberapa sumber.

Reshare from Hang Media
Yuk follow akun media sosia resmi HangMedia Batam
Join Telegram : t.me/Hangmedia
Instagram : instagram.com/hangmedia.co.id
Facebook : bit.ly/Hang106FM
Youtube : bit.ly/HANGTV
Web : www.hangmedia.co.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *